Hidup selaras dengan Tuhan dan alam menurut Katolik, yang dijabarkan dalam ensiklik Laudato Si', adalah panggilan iman untuk merawat ciptaan sebagai anugerah Allah, bukan mengeksploitasinya. Manusia dipanggil menjadi pengelola yang bertanggung jawab, memandang alam sebagai saudara, serta mewujudkan "ekologi integral" yang menghubungkan ibadah kepada Tuhan dengan kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup.
Berikut adalah poin-poin penting hidup selaras dengan Tuhan dan alam dalam pandangan Katolik:
- Alam sebagai Ciptaan dan Anugerah Allah: Gereja Katolik mengajarkan bahwa alam semesta adalah karya tangan Allah yang bernilai intrinsik. Menjaga alam adalah bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta.
- Manusia sebagai Penjaga, Bukan Pemilik: Berlandaskan Kejadian 2:15, manusia ditempatkan untuk "mengusahakan dan memelihara" taman Eden. Manusia berhak memanfaatkan alam, namun harus dibarengi tanggung jawab untuk melestarikannya, bukan merusaknya.
- Spiritualitas Ekologis (Kisah St. Fransiskus Asisi): Santo Fransiskus memandang alam sebagai saudara dan saudari. Manusia dipanggil untuk mengembangkan solidaritas dengan alam, memperlakukan lingkungan dengan belas kasih sebagaimana Tuhan mengasihi ciptaan-Nya.
- Ekologi Integral (Laudato Si'): Paus Fransiskus menekankan bahwa krisis lingkungan (alam) berkaitan erat dengan krisis sosial (manusia), terutama bagi orang miskin. Perawatan alam harus terintegrasi dengan keadilan bagi sesama manusia.
- Tindakan Nyata (Aksi Ekologis): Hidup selaras diwujudkan melalui tindakan kecil sehari-hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi plastik, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Secara ringkas, bagi umat Katolik, merawat bumi adalah bagian integral dari iman dan ibadah, sebuah wujud syukur atas ciptaan Tuhan.
Dihadiri oleh 85 peserta
Sampai Jumpa di PD berikutnya pada hari Senin
