Berjalan dengan iman menurut Katolik adalah penyerahan diri secara total kepada Tuhan, hidup sesuai kehendak-Nya, dan mewujudkan iman dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan hanya pengakuan mulut. Ini adalah perjalanan seumur hidup yang didorong oleh kasih, dibimbing Roh Kudus, dan bersumber pada Kitab Suci serta Sakramen.
Berikut adalah poin-poin kunci berjalan dengan iman dalam tradisi Katolik:
- Iman sebagai Tindakan Nyata: Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:17). Berjalan dengan iman berarti berbuah dalam kasih, keadilan, dan kejujuran.
- Penyertaan dalam Sakramen & Ekaristi: Iman tumbuh kuat melalui partisipasi aktif dalam Sakramen, terutama Ekaristi, dan kehidupan doa yang rutin.
- Hidup dalam Kebenaran (Tradisi & Kitab Suci): Mengarahkan hidup sesuai ajaran Gereja (Magisterium), Kitab Suci, dan Tradisi Suci.
- Percaya di Tengah Kesulitan: Iman bukan sekadar perasaan nyaman, melainkan keyakinan pada Allah, bahkan saat menanggung penderitaan atau ketidakpastian.
- Panggilan Kekudusan: Meneladani orang kudus (seperti Santo Yosef) dalam komitmen, kerja keras, dan menjauhi keserakahan.
- Dimensi Sosial (Komunitas): Iman Katolik bersifat personal namun tidak individualis; iman dihidupi dalam komunitas Gereja dan diwujudkan dalam pelayanan kepada sesama.
Berjalan dengan iman berarti menjadikan Yesus sebagai jalan, kebenaran, dan hidup, serta memandang dunia dari sudut pandang Tuhan.
Dihadiri oleh 80peserta
Sampai Jumpa di PD berikutnya pada hari Senin.
